pertumbuhan

animasi-bergerak-pohon-0128

Sabtu, 07 November 2015

Penderitaan Sang Pohon

Aku telah memberimu sesuatu untuk kalian bernafas.Taukah kalian apa yang Ku maksud ?.....Yaps Oksigen,Setiap hari kalian menghirup udara segar.berteduh di siang hari yang panas karna siapa?.....ya tentu saja karna aku.Taukah kamu berapakah harga oksigen yang kalian hirup jika dalam uang yang menurutmu adalah hal yang penting dalam hidup ini ?

-Dalam sehari manusia menghirup 2.880 liter Oksigen & 11.376 liter Nitrogen-

2.880 x Rp.25.000,- = Rp. 72.000.000,-
11.376 x Rp. 9.950,- = Rp.113.191.200,-

---------------------------------------
Total biaya sehari - = Rp.185.191.200,-

biaya bernafas 1 bln = 30 x 185.191.200,- = Rp.5.555.736.000,-

1 thn 365 hari maka biaya utk bernafas selama 1 th 365 x 185.191.200 = Rp.67.594.788.000,-

Jika harus dihargai dgn Rupiah maka Oksigen & Nitrogen yg kita hirup, akan mencapai Rp.185Juta lebih/hr/manusia

Mampukah kalian membayar semua itu ? Tentu saja TIDAK !!!.

Tapi kalian Tidak Tau diri,Kalian menebangku,teman-temanku,dan keluargaku dengan rakus dan serakah tanpa berfikir dengan jernih terlebih dahulu,karna perbuatanmu terhadapku seperti pembakaran hutan,penebangan liar,penyempitan hutan untuk membuka lahan baru dll kalian akan mendapat azab dan balasan yang setimpal.

sebagai contohnya adalah perbuatan yang kalian lakukan terhadap saudaraku yang ada di sumatra sana,kalian membakar hutan demi pembukaan lahan baru,dan selanjutnya apa yang kalian dapat ? .....kalian mendapat asap yang mengepul dalam waktu yang sangat lama.

Asap akibat pembakaran hutan di Sumatra

karna kejadian itu bukan hanya kalian saja yang berbuat kerusakan yang mendapat dampak,tapi manusia-manusia lainpun merasakan dampak dari asap tersebut,mereka menderita sakit di saluran pernafasan karna ketidak sediaannya oksigen ,bahkan ada yang sampai meninggal dunia.Sadiskah ? Itu balasan yang setimpal bagi kalian.

Maka Jagalah dan lindungilah kami demi masa depan kita sekalian,tanamlah bibit bibit pohon yang nantinya akan membuat hijau dan sejuknya bumi ini,,hijaukanlah bumi kita,karna di tangan tangan kalian wahai manusia nasib dan masa depan bumi ini.

Pohon Ajaib Di Saat Kebakaran Hutan Di Sumatra

Bencana Kebakaran yang di sebabkan oleh tangan tangan jahil manusia yang melanda Sumatra sejak Juni 2015 menimbulkan asap yang mengepung seluruh sumatra, Walaupun Sekarang 7 November 2015 bencana tersebut telah berakhir semua itu menyisakan banyak cerita pilu.

Turunnya kualitas udara dalam waktu yang cukup lama menyebabkan tumbangnya masyarakat,Namun dibalik kejadian itu Muncul keberadaan POHON AJAIB.Seperti diungkapkan salah satu akun Twitter milik Sutopo Purwo Nugroho


Dalam Kicauan tersebut bpk.Sutopo menjelaskan kondisi di Nyaru Menteng, Palangkara yang kini di tanami kelapa sawit padahal kondisi saat itu asap masih mengupul. Sutopo Purwo Nugroho dikenal sebagai kepala pusat data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kicauan itu mendapat respon banyak dari para netizen.Saat berita ini ditulis total ada 1083 retweet dan 150 favorite.

menurut sumber BBC.com :

Setelah api padam, beberapa pekan kemudian bibit-bibit kelapa sawit muncul di lahan bekas kebakaran tersebut. Denny menyebut bahwa kini semakin jelas bahwa kebakaran disengaja dan dia meminta polisi untuk menyelidiki

"Saya sangat marah dan frustrasi. Ini adalah wilayah yang dilindungi, Orang utan ialah spesies yang dilindungi. Presiden mengatakan pemerintah berperang melawan kabut asap, lalu mengapa kebakaran seperti ini masih terjadi?” tanya Denny.

Membuka lahan dengan cara membakar di Indonesia dilarang dan mereka yang kedapatan melakukannya menghadapi ancaman hukuman penjara selama 10 tahun.Pemerintah juga berikrar untuk mencabut izin perusahaan-perusahaan yang terbukti bersalah membakar lahan.

Sekitar 100 tahun lalu diperkirakan terdapat 315.000 ekor orang utan yang hidup di alam liar. Kini, jumlahnya kurang dari 6.600 ekor di Sumatra dan kurang dari 54.000 ekor di Kalimantan.

Penulis sangat prihatin terhadap kejadian tersebut semoga para korban di beri kesabaran dalam menjalani cobaan ini dan semoga pelaku pembakaran hutan di hukum seberat-beratnya sesuai dengan hukum yang berlaku di negara kita ini.Negara kita adalah negara hukum bukan negara Suap Hukum.

Kabut asap menyelimuti Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, beberapa waktu lalu.